REMAJA BERKARAKTER INDONESIA
✋Hai teman-teman, disini aku bakalan ngasih tahu ke kalian tentang tema kita yaitu "REMAJA yang BERKARAKTER INDONESIA". Tapi selain aku ngasih tahu, aku juga ikut belajar tentang apa sih yang dimaksud dengan REMAJA BERKARAKTER INDONESIA dan bagaimana sih cara kita buat mewujudkan remaja-remaja yang memiliki karakter yang baik buat Indonesia ke depannya.
Simak baik-baik yaa.. 😉
Remaja adalah masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara 11 sampai 21 tahun. Dalam masa remaja kita pasti akan merasakan banyak perubahan yang ada dalam diri kita masing-masing, contohnya : perubahan yang terjadi pada anggota tubuh kita. Selain perubahan fisik pasti kita juga akan mengalami perubahan dalam hal berfikir maupun bertindak untuk menyelesaikan masalah atau hal-hal yang kita alami saat ini. Namun, terkadang seorang remaja akan mengalami hal yang dinamakan "labil", entah itu dalam hal berfikir atau hal-hal yang lainnya. Masa remaja juga dapat diartikan sebagai waktu dimana seseorang sedang mencari jati dirinya sendiri.
Namun, pada saat ini remaja sering dicap sebagai pembuat ulah yang ada dimasyarakat, itu semua dikarenakan kurangnya pendidikan karakter yang diajarkan dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah, tapi itu semua juga bisa terjadi karena pergaulan remaja yang terlalu bebas, sehingga remaja tidak memiliki karakter yang baik. Maka dari itu, disini kita bareng-bareng belajar buat jadi remaja yang memiliki karakter yang diharapkan oleh Indonesia, karena kalau bukan kita yang berubah siapa lagi!!
Apa itu karakter ??
⇒ Karakter adalah nilai-nilai yang menjadi ciri khas tiap individu dan diaplikasikan dalam nilai-nilai kebaikan yang tercermin baik dalam bentuk tindakan maupun tingkah laku. Karakter merupakan ciri khas seseorang atau sekelompok orang yang mengandung nilai, kemampuan, kapasitas moral, dan ketegaran dalam menghadapi kesulitan dan tantangan
1.
Tahap pertama adalah membentuk adab,
antara usia 5 sampai 6 tahun. Tahapan ini meliputi jujur, mengenal antara yang
benar dan yang salah, mengenal antara yang baik dan yang buruk serta mengenal
mana yang diperintahkan, misalnya dalam agama.
2.
Tahap kedua adalah melatih tanggung
jawab diri antara usia 7 sampai 8 tahun. Tahapan ini meliputi perintah
menjalankan kewajiban shalat, melatih melakukan hal yang berkaitan dengan
kebutuhan pribadi secara mandiri, serta dididik untuk selalu tertib dan
disiplin sebagaimana yang telah tercermin dalam pelaksanaan shalat mereka.
3.
Tahap ketiga adalah membentuk sikap
kepedulian antara usia 9sampai 10 tahun. Tahapan ini meliputi diajarkan untuk
peduli terhadap orang lain terutama teman-teman sebaya, dididik untuk
menghargai dan menghormati hak orang lain, mampu bekerjasama serta mau membantu
orang lain.
4.
Tahap keempat adalah membentuk
kemandirian, antara usia 11 sampai 12 tahun. Tahapan ini melatih anak untuk
belajar menerima resiko sebagai bentuk konsekuensi bila tidak mematuhi
perintah, dididik untuk membedakan yang baik dan yang buruk.
5.
Tahap kelima adalah membentuk sikap
bermasyarakat, pada usia 13 tahun ke atas. Tahapan ini melatih kesiapan bergaul
di masyarakat berbekal pada pengalaman sebelumnya. Bila mampu dilaksanakan dengan
baik, maka pada usia yang selanjutnya hanya diperlukan penyempurnaan dan
pengembangan secukupnya.

